Edu Industri
No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Edukasi Industri
  • Jasa
  • Tentang Kami
  • FAQ Edukasi
  • Home
  • Blog
  • Edukasi Industri
  • Jasa
  • Tentang Kami
  • FAQ Edukasi
No Result
View All Result
Edu Industri
No Result
View All Result
Home Blog

Potongan BPJS Ketenagakerjaan: Cara & Perhitungannya

Seputar Edukasi by Seputar Edukasi
July 4, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
Potongan BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan adalah program jaminan sosial yang dirancang pemerintah untuk melindungi pekerja dari risiko seperti kecelakaan kerja, pensiun, hingga kematian. Setiap karyawan yang bekerja di perusahaan resmi akan mengalami potongan BPJS Ketenagakerjaan pada slip gajinya. Potongan ini bukan sekadar pengurangan pendapatan, melainkan bentuk investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masa depan.

RELATED POSTS

Industri Makanan: Manfaat Timah untuk Keamanan Produk

Mobil Listrik Indonesia: Tren, Regulasi, dan Masa Depan

Brevet Pajak Online: Solusi Belajar Pajak Modern

Banyak pekerja yang belum memahami secara rinci bagaimana potongan BPJS Ketenagakerjaan dihitung. Akibatnya, ketika melihat gaji yang diterima lebih kecil dari gaji pokok, muncul kebingungan dan pertanyaan. Padahal, perhitungan ini memiliki dasar hukum yang jelas dan dilakukan secara transparan oleh perusahaan sesuai peraturan pemerintah.

Memahami potongan BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya penting bagi karyawan, tetapi juga bermanfaat untuk pengusaha. Dengan pengetahuan yang baik, pekerja dapat memantau hak dan kewajiban, sedangkan pengusaha bisa memastikan kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan. Mari kita ulas lebih dalam cara menghitung potongan ini beserta kaitannya dengan BPJS Kesehatan.

Baca juga: Cara Menghitung Gaji Prorata dengan Tepat

Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan Sesuai Aturan Pemerintah

Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 serta Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019. Iuran dibagi antara pemberi kerja dan pekerja dengan persentase tertentu dari upah bulanan. Komponen program meliputi Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).

Secara umum, potongan gaji karyawan hanya berlaku untuk JHT dan JP. Misalnya, JHT dipotong 2% dari upah pekerja, sementara perusahaan menanggung 3,7%. Untuk JP, pekerja menyumbang 1% dan perusahaan 2%. Komponen JKK dan JKM sepenuhnya dibayar oleh perusahaan tanpa potongan dari karyawan. Inilah mengapa slip gaji sering menampilkan persentase berbeda pada setiap bagian iuran.

Sebagai contoh, jika gaji pokok Anda Rp5.000.000, potongan JHT sebesar Rp100.000 (2%) dan JP Rp50.000 (1%). Total potongan karyawan menjadi Rp150.000 per bulan. Perhitungan BPJS Ketenagakerjaan ini dapat berbeda tergantung kebijakan upah dan ketentuan batas maksimal upah yang diatur pemerintah.

Cara Menghitung BPJS Ketenagakerjaan Secara Praktis

Banyak karyawan ingin tahu cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan sendiri agar dapat memverifikasi slip gaji. Langkahnya sederhana:

  1. Tentukan upah sebulan yang menjadi dasar iuran, termasuk gaji pokok dan tunjangan tetap.

  2. Hitung iuran JHT: 2% dari upah.

  3. Hitung iuran JP: 1% dari upah, dengan batas maksimal upah sesuai aturan terbaru.

  4. Jumlahkan kedua hasil tersebut untuk mengetahui total potongan.

Sebagai ilustrasi, gaji Rp6.000.000 akan menghasilkan JHT Rp120.000 dan JP Rp60.000. Total potongan pekerja menjadi Rp180.000 per bulan. Jika perusahaan menambah tunjangan tetap, jumlah potongan akan menyesuaikan. Cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan ini dapat dilakukan secara manual atau dengan bantuan kalkulator online.

Perhitungan BPJS Kesehatan yang Tidak Boleh Terlewat

Selain BPJS Ketenagakerjaan, karyawan juga wajib mengikuti BPJS Kesehatan. Perhitungan BPJS Kesehatan berbeda namun prinsipnya mirip, yaitu persentase dari upah. Saat ini iuran BPJS Kesehatan untuk pekerja penerima upah adalah 5% dari gaji, di mana 4% ditanggung perusahaan dan 1% oleh karyawan.

Contoh: jika gaji Rp5.000.000, potongan BPJS Kesehatan karyawan adalah Rp50.000, sedangkan perusahaan menanggung Rp200.000. Total iuran yang disetorkan ke BPJS Kesehatan sebesar Rp250.000 setiap bulan. Menggabungkan potongan ini dengan BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan gambaran total pengurangan gaji bulanan.

Mengapa Memahami Potongan BPJS Ketenagakerjaan Penting

Mengetahui detail potongan gaji sangat penting agar karyawan bisa merencanakan keuangan pribadi dengan baik. Potongan BPJS Ketenagakerjaan bukan beban, melainkan tabungan jangka panjang. Dana JHT dapat dicairkan saat pensiun, terkena pemutusan hubungan kerja, atau saat memasuki usia tertentu. Jaminan Pensiun juga memberi manfaat bulanan ketika pekerja sudah tidak produktif.

Bagi perusahaan, kepatuhan pada peraturan potongan iuran menjadi bukti tata kelola yang baik. Ketidakpatuhan bisa mengakibatkan sanksi administratif atau denda. Oleh karena itu, pemahaman yang benar mengenai cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan akan menghindarkan masalah di kemudian hari.

Tips Mengelola Gaji Setelah Potongan BPJS

Setelah mengetahui jumlah potongan, penting untuk menyesuaikan rencana keuangan. Sisihkan dana darurat dan tetap berinvestasi agar tujuan finansial tidak terganggu. Anggap potongan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bagian dari portofolio investasi yang aman, karena dana dikelola pemerintah dengan imbal hasil tertentu.

Memahami slip gaji juga memungkinkan Anda mengecek kesesuaian antara gaji yang dijanjikan dan yang diterima. Jika ada perbedaan mencolok, Anda dapat mengklarifikasi kepada bagian HRD atau keuangan. Transparansi ini penting demi terciptanya hubungan kerja yang sehat dan adil.

Kesimpulan

Potongan BPJS Ketenagakerjaan adalah kewajiban yang membawa manfaat besar, baik bagi karyawan maupun perusahaan. Dengan memahami perhitungan BPJS Ketenagakerjaan, cara menghitung iuran, serta perhitungan BPJS Kesehatan, setiap pekerja bisa lebih siap dalam merencanakan keuangan dan masa depan.

Pengetahuan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang hak dan kewajiban yang harus dijalankan bersama. Dengan mengikuti panduan di atas, Anda dapat mengecek potongan gaji dengan mudah, memastikan kepatuhan perusahaan, dan memaksimalkan manfaat dari program jaminan sosial yang disediakan pemerintah.


FAQ

Apa itu potongan BPJS Ketenagakerjaan?
Potongan yang diambil dari gaji karyawan untuk membayar iuran Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun sesuai aturan pemerintah.

Bagaimana cara menghitung BPJS Ketenagakerjaan?
Hitung 2% gaji untuk JHT dan 1% untuk JP, lalu jumlahkan keduanya untuk mengetahui total potongan.

Apakah BPJS Kesehatan dipotong dari gaji?
Ya, 1% dari gaji dipotong untuk BPJS Kesehatan, sedangkan 4% ditanggung perusahaan.

Apakah semua komponen BPJS dibayar karyawan?
Tidak. JKK dan JKM sepenuhnya dibayarkan oleh perusahaan, tanpa potongan dari gaji karyawan.

Bisakah iuran BPJS Ketenagakerjaan diambil sebelum pensiun?
Bisa, sebagian dana JHT dapat dicairkan sesuai ketentuan, seperti setelah berhenti bekerja minimal satu bulan.

ShareTweetPin
Seputar Edukasi

Seputar Edukasi

Related Posts

Manfaat Timah untuk Keamanan Produk
Blog

Industri Makanan: Manfaat Timah untuk Keamanan Produk

July 7, 2026
Mobil Listrik Indonesia: Tren, Regulasi, dan Masa Depan
Blog

Mobil Listrik Indonesia: Tren, Regulasi, dan Masa Depan

July 4, 2026
Brevet Pajak
Blog

Brevet Pajak Online: Solusi Belajar Pajak Modern

July 4, 2026
K3 adalah
Blog

Sertifikat K3 Adalah Fondasi Keselamatan Kerja di Perusahaan

July 4, 2026
Produksi Massal
Blog

Produksi Massal: Pengertian, Ciri, Proses, dan Contoh

July 4, 2026
Rekomendasi Manga Pendek tapi Berkesan untuk Dibaca Sekali Duduk
Blog

Rekomendasi Manga Pendek tapi Berkesan untuk Dibaca Sekali Duduk

July 4, 2026
Next Post
Kontraktor Jasa Bangun Rumah

Kontraktor Jasa Bangun Rumah: Tips & Panduan Lengkap

Travel Malang Surabaya

Travel Malang Surabaya: Solusi Nyaman, Cepat, dan Terpercaya

Recommended Stories

Cara Menghitung Gaji Prorata

Cara Menghitung Gaji Prorata dengan Tepat

May 26, 2025
faktor yang mempengaruhi desain produk adalah

Faktor yang Mempengaruhi Desain Produk Modern & Efektif

July 4, 2026
Travel Malang Surabaya

Travel Malang Surabaya: Solusi Nyaman, Aman, dan Tepat Waktu

July 4, 2026

Popular Stories

  • Gaji Perawat

    Gaji Perawat Terbaru 2026: Rumah Sakit & Jenjang Karier

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gaji Bidan Terbaru: Rincian Lengkap & Penjelasan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Manufaktur? Definisi & Contoh Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapan Revolusi Industri Terjadi? Sejarah dan Dampaknya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Menghitung Gaji Prorata dengan Tepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Edukasi adalah proses membangun pemahaman, keterampilan, dan karakter yang membekali individu menghadapi tantangan hidup, membuka potensi diri, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Recent Posts

  • Industri Makanan: Manfaat Timah untuk Keamanan Produk
  • Mobil Listrik Indonesia: Tren, Regulasi, dan Masa Depan
  • Ekspedisi Surabaya Makassar: Solusi Cargo untuk Bisnis Andal dan Efisien

Categories

  • Blog
  • Edukasi Industri
  • Jasa

Edu Industri

No Result
View All Result
  • Home
  • Blog
  • Edukasi Industri
  • Jasa
  • Tentang Kami
  • FAQ Edukasi

Edu Industri